Echagz’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

KONVERSI PDF menjadi DOC Juni 12, 2008

Diarsipkan di bawah: konversi PDF menjadi DOC — echagz @ 4:24 am

Melalui File-PDF 3.0, Anda bisa mengubah format file PDF menjadi format Doc (dokumen). Dengan demikian, isi file tersebut bisa Anda edit melalui bantuan tool pengolah kata, seperti Microsoft Word.

1. Memilih File PDF dan Output-nya

Image

Pertama-tama, buka tool ini dari menu “Start”. Selanjutnya, klik “Browse” pada bagian “Select File for Convertion” dan pilih file PDF yang hendak dikonversi. Tentukan folder tujuan di bagian “Output Options”. Setelah itu, klik “Convert to Word”.

2. Layout Options

Image

Di jendela “Layout Options” ini, ada empat format teks yang bisa Anda pilih, yaitu Flowing Text, Formatted Text, Text Only, dan As Is. CHIP memilih Flowing Text supaya hasilnya (format dokumen) tidak berbeda dengan tampilan awal (format PDF).

3. Image Filter

Image

Setelah Anda mengklik “Next”, Anda akan dibawa pada jendela “Image Filter”. Pilihan “Remove Image” menyebabkan gambar terpisah dari teks (pada file Doc). Sedangkan “Anchoring Image” membuat gambar menyatu dengan teks.

4. Kerapatan Teks

Image

Dalam jendela selanjutnya, yaitu “Character spacing”, Anda bisa mengubah kerapatan teks. Jika Anda memilih “Yes” kerapatan teks tidak akan berubah. Namun, pilihan “No” membuat kerapatan teks mengikuti setting aplikasi Microsoft Word.

5. Jumlah Halaman yang Dikonversi

Image

Di jendela “Convertion Range”, Anda bisa menentukan jumlah halaman file PDF yang ingin dikonversi menjadi file dokumen. Namun, jika Anda ingin mengonversi seluruh halaman , Anda cukup memilih “All Pages”.

6. Proses Konversi

Image

Setelah Anda mengklik “Next” untuk langkah kelima tadi, tool akan menampilkan seluruh setting yang telah Anda pilih. Jika masih ada setting yang terlewatkan, Anda tinggal mengklik “Back”. Namun, jika sudah sesuai keinginan Anda, klik “Finish”.

7. Membuka dengan Microsoft Word

Image

Setelah proses konversi selesai, Anda bisa langsung membukanya dalam “Microsoft Word”. Anda bisa mengedit teks, mengatur posisi teks, menambah gambar, hingga mengubah susunan halaman .

8. Ekstrak Image

Image

Tool ini juga bisa mengekstrak image yang ada dalam file PDF. Dari jendela “Select File for Convertions” (langkah 1), Anda klik “Extract Images”. Selanjutnya, Anda pilih format gambar dan folder tujuan, lalu klik “Finish”.

 

Membuat CD Audio dari MP3 dan MID Juni 11, 2008

Diarsipkan di bawah: konversi — echagz @ 7:26 am

Membuat CD Audio dari MP3 dan MID


Oleh: Iwan Sofana *)

Jika boleh memilih, Anda akan lebih suka mempunyai CD Audio yang berisi lagu-lagu pilihan Anda sendiri. Dan satu caranya adalah dengan membuat CD Audio yang berisi file-file WAV atau MP3. File-file berformat seperti ini berserakan di Internet.

Sebuah file WAV dengan kualitas CD dengan masa putar 5 menit yang rata-rata dapat menghabiskan ruang harddisk di atas 40MB, ternyata bila dikonversikan ke dalam format MP3 mungkin hanya berukuran sekitar 5MB saja. Kualitasnya sama. Saat ini popularitas file MP3 sebagai tandingan file WAV tetapi dengan ukuran kompresi yang jauh lebih baik memang sudah tidak bisa diragukan lagi. Cukup banyak program yang dapat memainkan file MP3 yang dapat didownload secara cuma-cuma dari Internet. Misalkan saja yang paling terkenal adalah WinAmp versi 1.4. Anda dapat mendownloadnya langsung dari http://winamp.lh.net atau http://www.nullsoft.com/amp/.

Di Internet terdapat banyak sekali situs yang sengaja memasang file-file MP3 yang umumnya merupakan klip musik terbaru yang dapat didownload secara cuma-cuma. Beberapa perusahaan pembuat CD Audio kadang-kadang juga menyediakan beberapa contoh lagu yang mereka kemas dalam CD dengan bentuk file MP3. Maksudnya adalah menarik minat pembeli. Sayang untuk memainkan MP3 diperlukan komputer rata-rata dengan prosesor 486 ke atas. Dan tentu saja file MP3 tidak dapat dimainkan pada CD Player biasa yang terdapat di rumah.

Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang tidak memiliki komputer dengan spesifikasi yang memadai atau bahkan sama sekali tidak memiliki komputer agar dapat menikmati juga “merdunya file-file MP3″. Caranya adalah membuat file MP3 ke dalam format CD Audio. Untuk maksud tersebut kita harus melakukan konversi ke dalam format WAV terlebih dulu. Tulisan ini juga membahas bagaimana membuat file-file MID dapat diubah ke dalam format WAV untuk disatukan bersama file MP3 dalam sebuah CD Audio.

Tahap Persiapan

Siapkan perlengkapan berikut:

1. Sebuah CDR dan CD Writer. Jika tidak tersedia Anda dapat menggunakan jasa perekaman ke CD yang akhir-akhir ini semakin marak dan murah.

2. Software konversi dari MP3 ke WAV dan dari MID ke WAV.

Untuk keperluan konversi dari MP3 ke WAV atau sebaliknya, pembaca dapat menghubungi sales@opticom.de untuk mendapatkan informasi tentang L3DEC.EXE dan L3ENC.EXE. Dan untuk memperoleh software konversi dari MID ke WAV kita dapat menggunakan WinGroove yang dapat didownload di http://www.kagi.com/ atau http://www.windows95.com/apps/midi.html . Kedua program tersebut merupakan produk shareware, jadi untuk pemakaian selanjutnya kita harus melakukan registrasi. Khusus untuk L3DEC.EXE dan L3ENC.EXE untuk saat ini hanyalah merupakan file yang harus dijalankan pada DOS Prompt Win95. Untuk alasan kenyamanan pembaca dapat mendownload shell dengan tampilan grafis untuk program L3DEC.EXE dan L3ENC.EXE agar lebih interaktif serta mudah dioperasikan. Ada cukup banyak jenis shell yang tersedia. Akan tetapi untuk mudahnya lihatlah http://members.visi.net/~flipino atau http://www.windows95.com/ dan pilihlah subyek yang sesuai.

Sekedar informasi,WinGroove mampu membuat kartu suara biasa seolah-olah memiliki kualitas seperti Sound Blaster AWE32 dalam hal memainkan file-file MID. Syaratnya, komputer memiliki cukup memori serta prosesor yang kencang. Ini agar selama pemutaran tidak dihasilkan suara yang tersendat-sendat.

3.Harddisk yang cukup untuk menampung file-file MP3, MID dan WAV yang kapasitas maksimalnya harus sesuai dengan sebuah CD-ROM, sekitar 640MB.

Apabila semua perlengkapan telah tersedia, kita dapat melakukan instalasi dari semua program yang telah kita dapatkan. Penulis berasumsi bahwa pembaca telah memiliki sekumpulan file MP3 dan MID yang akan dikonversikan menjadi WAV. Beberapa situs menyediakan koleksi MID yang merupakan kumpulan lagu Beatles, seperti http://www.greene.xtn.net/%7Ejack/beatles/jack12.html. Dan masih banyak lagi. Agar lebih yakin lakukanlah pencarian melalui Yahoo di http://www.yahoo.com.

Berikutnya yang harus kita lakukan adalah mulai melakukan konversi. Pilihlah waktu yang cukup lapang untuk melakukan pekerjaan ini. Lamanya proses sangat bergantung pada panjangnya masa putar dari lagu serta jenis prosesor yang kita pakai. Pada komputer 486 DX4 yang penulis pakai untuk mengubah file MP3 menjadi WAV rata-rata diperlukan waktu sekitar 6 menit. Untuk mengubah file MID menjadi WAV dengan menggunakan WinGroove prosesnya berlangsung lebih cepat. Agar dihasilkan output yang sebaik-baiknya pilihlah kualitas sampling rate terbaik. Lakukan sampai jatah sebuah CD kosong yang berkapasitas sekitar 640MB terisi penuh.

Tahap Pembuatan

Ada dua cara membuat sebuah CD Audio:

1. Dengan mengisi seluruh kapasitas CD dengan file-file WAV saja yang nantinya akan diubah menjadi track-track Audio yang dapat dibaca di sebarang CD Player, seperti Sony, Aiwa dan sebagainya.

2. Dengan mencampur sebagian file WAV yang akan diubah menjadi CD Audio pada track pertama dengan file MP3 dan MID pada track kedua. Dengan cara ini player biasa masih dapat memainkan lagu-lagu pada CD, akan tetapi apabila dibawa ke komputer file-file MP3 dan MID juga akan dapat dilihat dan dimainkan. Sehingga mereka yang menginginkan file MP3 dan MID saja masih dapat mengcopynya secara langsung. Barangkali ini solusi yang cukup “fair “.

Pada bahasan ini penulis akan melakukan cara kedua. Pada hakekatnya cara pertama sudah tercakup pada cara kedua, hanya saja kita tidak menggunakan seluruh ruang CD untuk track CD Audio akan tetapi tersisa juga untuk file-file data.

Langkah-langkah pembuatan CD Audio sebagai berikut:

1. Bukalah software yang biasa digunakan untuk melakukan perekaman ke CD. Dalam hal ini penulis memilih Easy CD Pro. Pada menu pembuka pilih New… >> CD Type >> CD Extra Mode.

2. Ketika muncul desktop Easy CD, klik tab yang bertuliskan Audio Tracks. Pada tahapan ini kita akan membuat file-file WAV menjadi track-track CD Audio. Jadi masukkan satu per satu file-file tersebut dengan melakukan drag and drop sesuai dengan urutan yang kita kehendaki. Banyaknya track audio yang dapat ditambahkan sebanyak 99 buah, atau dengan kata lain dapat ditampung 99 lagu pada sebuah CD.

3. Berikutnya kita akan menggabungkan track-track audio dengan data-data biasa. Klik tab yang bertuliskan Data Track. Masukkan file-file MP3 dan MID sampai batas maksimal yang diijinkan untuk CD.

4. Tiba saatnya untuk melakukan perekaman. Untuk itu cek beberapa kali sampai kita merasa yakin bahwa semua hal telah dikerjakan dengan benar.

Pada tahap ini kita akan memulai melakukan perekaman. Pastikan CD Recordable telah dimasukkan dengan benar. Selanjutnya pilihlah CD-Writer >> Write !

Program akan bekerja selama beberapa waktu dan kita harus menunggu sampai proses selesai. Lamanya proses sangat bergantung pada kecepatan sistem maupun banyaknya lagu yang akan kita rekam. Dengan kecepatan 2 speed, proses perekaman rata-rata berlangsung selama satu jam. Dan yang paling penting jangan sampai selama perekaman proses terganggu. Karena terganggu, CD yang sedang kita rekam akam rusak dan kita terpaksa harus mengulangi pekerjaan sekali lagi.

 

apakah kompresi itu? Juni 11, 2008

Diarsipkan di bawah: kommpresi — echagz @ 7:08 am

Mungkin kita sering mendengar kata kompresi(compression) atau kompresi file (file compression). Namun mungkin yang menjadi pertanyaan, apakah kompresi itu. Oleh karena itu, penulis akan menjelaskan apa kompresi itu. Kompresi atau compression adalah proses pemampatan ukuran sebuah data. Seperti yang kita ketahui sebuah data terkadang memiliki sebuah informasi yang sama dan berulang-ulang. Sebuah informasi yang sama dan berulang-ulang membuat ukuran sebuah data menjadi besar. Hal ini tentu bisa menyebabkan banyak masalah. Pada transmisi data (data transmision), sebuah data yang besar akan memakan waktu transfer yang lama dibandingkan data yang kecil. Pada file, sebuah file yang besar menyita banyak ruangan pada media penyimpanan. Oleh karena itu, untuk menghindari masalah tersebut, maka kompresi merupakan salah satu jalan keluarnya. Dengan mengunakan algoritma-algoritma dan tehnik-tehnik tertentu, informasi yang sama dan berulang-ulang tersebut dikodekan sedemikian rupa sehingga data tersebut menjadi berukuran lebih kecil. File atau data yang sudah dikompres agar bisa digunakan kembali harus dikembalikan lagi seperti semula. Proses pengembalian sebuah file yang terkompres menjadi seperti file aslinya disebut Decompression.

Pada kompresi file, ada dua tipe macam kompresi, yaitu lossless compression dan lossy compression. Pada lossless compresion, semua informasi yang ada pada data akan kembali menjadi seperti aslinya. Tidak ada informasi yang hilang. Tehnik ini biasanya digunakan untuk dokumen-dokumen, file executable, dan lainnya. Karena, kehilangan sebuah informasi merupakn hal yang fatal bagi file-file tersebut. Sedangkan pada lossy compression, tidak semua informasi yang ada akan kembali seperti semula. Hanya informasi-informasi inti yang dikembalikan. Hal ini terjadi, karena pada lossy compression informasi-informasi yang tidak berguna dihilangkan. Walaupun ada informasi yang hilang, namun hal ini tidak terlalu disadari oleh pengguna. Tehnik ini biasanya digunakan pada file video, gambar, suara yang dimana file-file tersebut biasanya berukuran besar. Pada file suara misalnya, dengan mengeliminasi byte-byte yang berisi suara-suara yang tidak penting, maka file suara tersebut bisa menjadi lebih kecil ukurannya.

Ada banyak format pengompresan file. Ada zip, rar, tar, gzip atau lainnya. Sedangkan algoritma yang digunakan umumnya Huffman dan Lempel Ziv. Didalam sistem operasi windows, format zip merupakan yang terpopuler. Format zip sendiri pertama kali dibuat oleh perusahaan Pkware Inc. PkWare mengeluarkan software PkZip dan PkUnzip yang digunakan untuk mengompres dan mengesktrak file. Salah satu keuntungan dari format zip yaitu didukung oleh banyak software file compression. Salah satu software file compression yang terkenal adalah WinZip.